Kamis, 27 November 2014

Cerpen Kewirausahaan 2

 BERAWAL DARI KESABARAN

Panggilan akrabnya Ado, nama lengkapnya Andri Aryansah, seorang lelaki yang hanya mengecap pendidikan SD ini berhasil menjadi usahawan sukses dengan omzet per bulan mencapai Rp 100 juta.

Semuanya dilalui dengan tidak menyenangkan. Ia masih ingat bagaimana harus sering memakai sandal jepit untuk sekolah jika musim hujan, sebab sepatu Ado hanya satu. Jika basah ia tak punya sepatu pengganti dan terpaksa mengenakan sandal.

Ia juga masih ingat dengan lekat bagaimana rasanya berjalan kaki ketika ke sekolah dan bermain, sementara teman-temannya bergembira naik sepeda. Itulah sedikit pengalaman pahitnya di masa kecil, dari sekian banyak pengalaman pahit yang dirasakannya. Kesedihan Ado berujung ketika ia lulus SD pada 1999.

Bapaknya yang hanya bekerja sebagai buruh bangunan tak mampu membiayai lagi sekolahnya. Dengan terpaksa dia tidak melanjutkan jenjang SMP. Dua tahun kemudian, ia meninggalkan kota kelahirannya Garut menuju Bandung untuk mengadu nasib.

Alasannya dia tak mau merepotkan orangtuanya. Pekerjaan pertamanya di Bandung bukanlah pekerjaan yang membanggakan bagi seorang remaja sepertinya. Ia menjadi pembantu rumah tangga (PRT) di daerah Dipati Ukur, Bandung. Pekerjaan itu dia lalui selama tiga tahun. Pada 2004 Ado “naik pangkat” dengan bekerja di Record Man, sebuah toko pakaian yang identik dengan musik cadas.

Kejujuran dan kerja kerasnya membuat Ado dipromosikan hingga menjadi manajer toko tersebut. Setelah bekerja di Record Man selama 7 tahun, Ado memutuskan untuk keluar dari tempatnya bekerja. “Saya sih tidak mau terus-terusan kerja pada orang. Ingin punya usaha sendiri. Lagipula saya sudah punya pengalaman di bidang pakaian, jadi tahu seluk-beluk bisnisnya,” kata Aldo.

Bermodal tabungan sebesar Rp 2,5 juta ia mulai menyewa los di Plaza Parahyangan berukuran 3×3 dengan biaya sewa Rp 1,4 juta. Meski baru pertama menjalankan usaha, Ado mengaku yakin bahwa dia akan berhasil. Meski modal uangnya sedikit, Ado memiliki modal lain yang lebih penting dari uang yaitu pengalaman dan jaringan. Ia punya pengalaman selama 7 tahun di industri ini dan ia punya jaringan pemasok maupun pelanggan. Ado menggandeng teman-temannya musisi musik metal untuk dibuatkan merchandise.

Ado merupakan seorang pengemar musik cadas. Usaha merchandise tersebut ternyata membawa berkah bagi dirinya. Dalam waktu relatif singkat usahanya menanjak. Sebagai pengusaha, Ado belajar melihat tren di pasaran. Ketika persaingan di bisnis merchandise band mulai ketat, Ado mencari ide lain. Dia pun kemudian melakukan diversifikasi desain kaos dengan membuat desain-desain bergaya Sunda.

Tapi kaos bergaya metal tetap dia jalankan. Kejelian melihat peluang inilah yang membuat Ado bisa bertahan hingga sekarang. Perlahan tapi pasti, usahanya terus berkembang. Omzet yang awalnya jutaan berkembang menjadi belasan dan puluhan juta rupiah.

Dan sekarang menurut Ado angkanya sudah menyentuh Rp 100 juta per bulan. Meski usahanya sudah maju dan omzetnya menggelembung, tapi Ado mengaku tetap hidup sederhana. Pengalaman di masa lalu mengajarinya untuk hidup sederhana. Kesabaran dan keuletan Ado terbayar sekarang ini.

Rabu, 26 November 2014

Cerpen Kewirausahaan 1


BERAWAL DARI GAMBAR
              Disebuah desa terpencil, hiduplah seorang wanita dengan ibunya yang wajahnya sudah keriput. Wanita itu adalah satu-satunya harta yang paling berharga didalam hidup sang ibu. Ketika mereka berdua hidup tanpa kepala keluarga yang menjamin semua hidupnya, sang wanita tampak berusaha untuk melangkahkan kakinya ketempat yang belum pernah ia kunjungi. Sang wanita dengan berani ketempat yang belum pernah ia kunjungi hanya untuk mencari usaha yang layak dijadikan sebagai mata pencaharian di keluarganya. Ia berjalan hanya sendirinya tanpa ada yang menemani, karena sang ibu usianya kini tidak mampu untuk berjalan jauh menemaninya. Sang wanita sangat menyayangi ibunya dan nekat untuk berusaha mencari usaha, walaupun banyak rintangan yang harus ia lalui sebelum mendapatkan hasil yang memusakan.
                Selang waktu, sang wanita yang kini terus berusaha mencari usaha akhirnya mendapat satu usaha yang lumayan membuahkan hasil. Usaha yang akan ia jalani yaitu usaha mendesain busana, karena salah satu bakat yang wanita miliki hanyalah menggambar model-model busana walaupun sebelumnya sang wanita tidak memiliki guru pembimbing yang bisa membimbing langkahnya untuk mendesain busana, tapi dari hasil bakat yang ia miliki dan kelola sendiri tanpa bentuan orang lain, sang wanita mampu menggambar desain busana yang unik, indah dan gambarnya layak untuk dijadikan contoh desain busana. Baik itu busana yang biasa sampai busana yang luar biasa.
                Dengan nekat, sang wanita berusaha mencari pekerjaan terlebih dahulu untuk mendapatkan uang agar bisa digunakan sebagai modal usaha yang kelak ia kelola. Sang wanita tidak ingin mempersulit keluarganya terutama sang ibu, maka ia nekat untuk bekerja sebagai apapun yang halal untuk mendapatkan uang agar dapat membuka usaha desain busana kelak waktu. Karena usaha sebagai desainer busana terkenal adalah impian sang wanita sejak ia masih kecil sekitar umur 7 tahun. Maka dari itu ia berusaha agar impiannya dapat terwujud.
                Sang wanita kini bekerja sebagai pelayan disalah satu restaurant yang terkenal, gajinya lumayan untuk ditabung agar dapat mendirikan sebuah usaha desainer busana. Di restaurant, sang wanita bertemu dengan seorang desainer terkenal di negaranya. Sang desainer terkenal itu melihat sang wanita sedang menggambar ketika sang wanita selesai dengan tugasnya sebagai pelayan restauran. Desainer terkenal itu tampak kagum dengan gambar yang telah digambar oleh sang wanita. Dengan tanpa ada rasa canggung, sang desainer terkenal itu berkenalan dan mengajak sang wanita untuk bekerja sama di perusahaan sang desainer terkenal itu. Tampak sang wanita mengeluarkan ekspressi wajah yang sangat kaget. Sang wanita hanya dapat berdiam dan melihat sang desainer terkenal itu, ketika itu pula sang wanita menerima tawaran sang desainer terkenal itu. Karena dengan menerima tawaran sang desainer, ia mampu mewujudkan impiannya secara perlahan-lahan.
                Dua hari setelah berkonsultasi dengan sang desainer terkenal itu, sang wanita sekarang mampu menciptakan lima buah busana yang unik dan cantik dan pantas untuk di jual bahkan di pamerkan di pameran manapun. Sang desainer terkenalpun kaget melihat sang wanita mampu mengambil perhatiannya dengan menciptakan lima buah busana yang cukup sulit di ciptakan dengan sendirinya. Maka dari itu sang desainer mengangkat sang wanita sebagai direktur utama diperusahaan busananya itu. Dengan tidak ada rasa canggung sang wanita menerima tawaran tersebut dan sangat bersyukur dengan bakatnya itu dan dengan impian serta dengan usaha yang telah ia raih selama itu.
                Setelah menjadi direktur utama di perusahaan itu, sang wanita sekarang di gemari dan dikenal di berbagai desainer manapun bahkan terkenal di para selebriti serta pejabat. Saat itu, banyak yang ingin menggunakan busana ciptaan sang wanita ketika ada acara seperti pernikahan serta acara lainnya. Karena ciptaan sang wanita sangat dipandang istimewa bahkan dipandang sangat luar biasa oleh para pengunjung dan langganan perusahaan itu. Dengan begitu sang wanita yang dulu hidup di desa terpencil itu, kini menjadi desainer yang sangat terkenal di seluruh pelosok dunia. Sang wanita melewati dan menginjak beberapa Negara karena hanya bakatnya itu dan karena hanya impiannya itu sebagai desainer, ia dapat mengalahkan atasannya yang dulu mengngkatnya sebagai direktur utama di perusahaannya. Tapi atasannya itu sangat bangga mempunyai sang wanita yang mampu membangkitkan perusahannya dengan bakatnya itu.
                Kini sang wanita mampu membiayai ibunya yang berada di desa, dan membangun desanya menjadi lebih indah dengan hasil jerih upayanya. Sang ibu bangga melihat anaknya bisa sesukses itu. Sang wanitapun bangga karena mempunyai ibu yang sangat mengerti, penyayang, yang selalu mendorong dan mendoakan sang wanita sehingga sekarang menjadi desainer terkenal didunia.
                Tak ada yang menduga rencana tuhan selain tuhan. Dan tak akan berjalan lancar perjalanan hidup tanpa doa dan izin orang tua. Sang wanita itu sekarang mampu membangun perusahaan sendiri dan membangun kehidupan yang bahagia bersama ibunya.

Rabu, 22 Oktober 2014

TUGAS BAHASA INDONESIA

MENGURAI TEKS CERPEN
"PAING"
DIALOG
1)      DIALOG 1
Paing       : “Tak ada seorang pun yang berjualan di tempat ini, ini saatnya aku harus memanfaatkan kesempatan ini.” Sambil kegirangan tak karuan. “Aku akan segera pulang untuk menemui Istriku, menyampaikan kabar gembira ini.”
***
Paing       : “Bu, ini saatnya kita memanfaatkan kesempatan yang bahagia ini.”
Istri          : “Maksud Akang memanfaatkan kesempatan yang bahagia ini?” Tanyanya dengan kebingungan.
Paing       : “Tadi Aku melihat sekitar pasar, ternyata belum seorang pun berjualan disitu. Kita ambil kesempatan itu untuk berjualan, selagi belum ada yang berjualan di tempat itu.”
Istri          : “Lalu kita mau jualan apa? Modal pun pas-pasan.”
Paing       : “Apapun itu, yang penting kita harus memanfaatkan kesempatan ini. Kita persiapkan saja segala sesuatu untuk menjalankan tujuan kita saat ini.”
Istri          : “Okelah Kang, kita gunakan kesempatan ini sebaik mungkin, semoga berhasil. Kita siapkan segala sesuatu sekarang Kang.”
Paing        : “Oke Bu!”

2)      DIALOG 2
Istri           : “Kamu kenapa Kang? Ada masalah apa Kang, sehingga kamu terlihat tak  bersemangat?”
Paing        : “Begini Bu, kemarin usaha yang kita jalankan untuk sementara selama kamu belum pulih, Aku titip kepada teman yang semula Aku percayai.”
Istri           : “Terus masalahnya dimana Kang?”
Paing        : “Letak permasalahannya Bu, Dia merebut usaha yang Aku titipkan saat itu. Aku ingin marah, Aku ingin berkelahi, tapi Aku sadar Aku tak bisa berkelahi. Saat itu Aku hanya bisa bersabar melihat kejadian itu.”
Istri           : “Sabar sudah cukup Kang. Akang sabar Insya Allah ada jalan Kang. Kegagalan merupakan awal dari Kesuksesan. Kita berdoa saja Kang.”
Paing        : “Iya Bu. Amiiin.”

3)      DIALOG 3
Paing       : “Kamu dari mana Bu?”
Istri          : “Ibu dari rumah Tante yang punya usaha senam itu Kang. Ibu punya kabar baik Kang, semoga Akang senang dan bisa menerimanya Kang.”
Paing       : “Kabar baik apa Bu?”
Istri          : “Begini Kang, Tante itu tadi menyampaikan sesuatu sama Ibu, bahwa temannya butuh Tukang Kebun baru. Tante tiba-tiba menyampaikan hal itu kepada Ibu, karena tadi Ibu menanyakan lowongan pekerjaan untuk Akang. Akang mau tidak bekerja jadi Tukang Kebun dirumah teman Tante itu? Ini peluang besar Kang.”
Paing       : “Baiklah Bu, Aku mau selama itu halal. Kapan Aku mulai bekerja Bu?”
Istri          : “Sebaiknya Akang besok kerumah Tante itu untuk menyampaikan hal ini.”

TERIMA KASIH :)