Minggu, 07 Desember 2014

Tugas Bahasa Indonesia (VIDEO PANTUN)


KELOMPOK:
Utami Istianah (Editor)
Ainul Mardhia Maulia (Suara)
Windy Elvira Sukur (Penulis)
Siti Fatimah Rauf (Penulis)
Tari Nur Fatimah RY (Penulis)

Senin, 01 Desember 2014

Tugas Bahasa Indonesia "BIOGRAFI TOKOH"

Struktur Teks
Kalimat dalam Teks
Orientasi
Andi Sitti Meriem Nurul Kusumawardhani Mattalatta atau dikenal hanya dengan Andi Meriem Mattalatta merupakan Anak kelima pasangan Mayjen TNI (Purn) H Andi Mattalatta (alm)-Hj Sitti Aminah Daeng Pudji. Lahir di Makasar, Sulawesi Selatan, Indonesia, 31 Agustus 1957 – meninggal di RS Zoetermeer, Belanda, 4 Juni 2010 pada umur 52 tahun) adalah seorang penyanyi Indonesia yang dijuluki "Mutiara dari Selatan". Julukan tersebut pertama kali diberikan oleh Iskandar, seorang komposer / pemusik yang sekaligus menciptakan lagu berjudul sama untuk Andi Meriem ("Mutiara dari Selatan"). Andi Meriem pernah menikah dengan Bambang Hertasning, memiliki seorang anak bernama Herli Merdania, dan kemudian menikah lagi dengan Hendra Pribadi.
Urutan peristiwa kehidupan tokoh tahap 1
Sebagai seorang yang sukses meniti karier sebagai penyanyi pop di tingkat nasional, Andi Meriem Mattalatta dikenal sebagai seorang yang merakyat. Semasa kuliah pada program sarjana muda Sastra Inggris awal tahun 70-an, dia lebih senang naik becak ke kampusnya di Universitas Hasanuddin Makassar, yang kontras dengan kedudukan orangtuanya yang cukup berada dan terhormat. Di kampus dan dalam pergaulan sehari-harinya, Andi Meriem juga dikenal sebagai gadis sederhana dalam berpakaian dan bergaul.

Urutan peristiwa kehidupan tokoh tahap 2
Ayahnya adalah Mayor Jenderal (purn.) Andi Mattalatta, adalah orang yang terpandang di Sulawesi Selatan. Beliau memiliki andil besar dalam pembangunan Stadion Mattoanging Makassar dan pengembangan dunia olahraga di Sulawesi Selatan. Dia juga merupakan mantan Ketua KONI Sulsel yang namanya kemudian diabadikan sebagai bagian nama stadion Sulsel tersebut, yaitu Stadion Andi Mattalatta Mattoanging, Makassar.

Urutan peristiwa kehidupan tokoh tahap 3
Andi Meriem Mattalatta bersama ayah dan saudara-saudaranya adalah penggemar olahraga, khususnya olahraga ski air. Andi Meriem adalah anak kelima dari enam bersaudara, mulai dari Hermin, Ilhamsyah (satu-satunya laki-laki), Radiah, Faridah, Meriem, dan kemudian Soraya. Meriem mulai menyanyi sejak kelas 5 SD. alumni SMA Katolik Makassar itu kemudian mengikuti beberapa perlombaan. Ia mencatatkan beberapa juara di bintang radio dan TV pada tahun 70-an. Pada tahun 1970 dia meraih juara I Lomba Lagu Pop se-Makassar. Pada tahun 1973, anak kelima (Andi Hermin, Andi Ilhamsyah, Andi Radiah, Andi Faridah, dan Andi Soraya) dari enam bersaudara ini masuk dalam 10 finalis lomba lagu pop se-Indonesia. Ada belasan album yang berhasil dikeluarkan Mer.Sebelum aktif menyanyi, Mer adalah seorang atlet ski air. Bersama kakaknya, Farida, pernah meraih juara I Lomba Ski Air di Makassar.
Andi Meriem dikenal dengan sejumlah lagu yang cukup terkenal di eranya, antara lain:
* "Hasrat" ciptaan Dadang S. Manaf duet dengan Bob Tutupoly
* "Sejuta" ciptaan Guruh Soekarno Putra
* "Tiada Tanpa Kesan" ciptaan Ryan Kyoto
* "Hari-hari" ciptaan Lea
* "Angan Dalam Cinta" ciptaan Ancha VMH
* "Wanita" ciptaan Junaedi Salat
* "Hidup" ciptaan Oddie Agam
* "Malam Tiba" ciptaan Oddie Agam
* "Apa Dayaku" ciptaan Sam Bobo
* "Buku Buku" ciptaan Oddie Agam
* "Kata Dan Perbuatan" ciptaan Tommy & Marie
* "Hello-hello Jumpa Lagi"
* "Ding Ding Dong"
* "Andaikan"
* "Bendera Cintaku"
* "Bimbang"
* "Bukan Ku Tak Percaya"
* "Cepatlah Kau Kembali"
* "Cintaku"
* "Hasrat Dan Cinta"
* "Janji"
* "Januari Yang Biru"
* "Kelabu"
* "Layu"
* "'Lenggang Jakarta"
* "Mudahnya Bilang Cinta"

Andi Meriem terorbit ke permukaan dunia musik nasional setelah tampil dalam rekaman pertamanya Mutiara dari Selatan ciptaan Iskandar. Dari Iskandarlah Meriem banyak berguru dalam seni suara. Guru lainnya dalam soal menyanyi ialah Arifin yang pernah bekerja di KRI Ujungpandang (sekarang Makassar).

Urutan peristiwa kehidupan tokoh tahap 4
Si pemilik wajah cantik kelahiran 31 Agustus 1957 itu, telah dipanggil menghadap Ilahi, di Rumah Sakit Zoocetemeer, Belanda, Sabtu, 5 Juni 2010 dalam usia 52 tahun.  Ia meninggal dunia pukul 22.00 waktu Belanda atau pukul 04.00 wita waktu Makassar. Pelantun lagu Lenggang Jakarta itu wafat dalam usia 52 tahun, ketika tengah berlibur sekaligus mengunjungi anaknya yang berada di negeri kincir angin tersebut.  Sang putri, Dania yang tinggal di Belanda, merupakan putri kesayangan dari pernikahan pertamanya, dengan Bambang Hertasning. Dania sendiri bekerja di Kedutaan Besar RI di Belanda. Anak kelima pasangan Mayjen TNI (Purn) H Andi Mattalatta (alm)-Hj Sitti Aminah Daeng Pudji (alm) itu meninggal saat liburan ke Amsterdam bersama anak semata wayangnya, Herli Merdania. Keduanya ke Belanda dua hari sebelumnya. Sejauh ini pihak keluarga sendiri masih bingung apa kiranya penyebab kematian adiknya. Riwayat penyakit penyanyi berwajah sendu tersebut, diketahui kakaknya hanya diabetes.

Urutan peristiwa kehidupan tokoh tahap 5
Jenazah anak kelima dari enam bersaudara tersebut rencananya akan tiba di Jakarta pada hari Senin mendatang. Jenazah Andi Mer akan diterbangkan dari Belanda Senin, 7 Juni. Kira-kira menempuh perjalanan 10 jam sampai Soekarno-Hatta. Selanjutnya wanita dengan nama lengkap Andi Sitti Meriem Nurul Kusuma Wardhini Mattalatta yang selama hidupnya dikenal taat beribadah itu akan dimakamkan di komplek pemakaman keluarga besar dari ayahnya (alm) Mayjen (purn) Andi Mattalatta di komplek pemakaman raja-raja Barru, Tanah Maridie, Kajuara, Barru.

Minggu, 30 November 2014

BIOGRAFI NARASI



CATUR MEMBAWA PELUANG

Narasumber : Narsih

Di sebuah desa yang dikenal dengan desa Watu, lahirlah seorang anak perempuan dari pasangan Muhsin yang bekerja sebagai Wiraswasta dengan Aridah yang bekerja sebagai ibu rumah tangga. Anak perempuan itu lahir kedunia tepat pada tanggal 9 Februari 1999 dengan keadaan sehat Wal afiat dan diberi nama “Narsih” oleh Orang Tuanya. Ia bisa dibilang hidup cukup sederhana dan segala sesuatunya selalu tercukupi.
Anak ketiga dari enam bersaudara ini memulai pendidikannya di bangku sekolah dasar yang terletak di desa Watu yang dikenal dengan “SD INPRES WATU”. Semasa ia menduduki bangku sekolah dasar, anak wanita yang menyukai warna putih ini mampu berprestasi dalam lomba catur Tingkat Kecamatan juara 1, Tingkat Kabupaten juara 1, hingga Tingkat Provinsi ia mampu meraih juara 4.
Cucu dari pasangan Nunju dan Sise ini melanjutkan pendidikannya ketingkat Sekolah Menengah Pertama di SMP NEGERI 3 TANETE RIAJA. Setelah 3 tahun menjalankan kewajibannya sebagai siswa di SMP, ia mampu melanjutkan pendidikannya di Sekolah Menengah Atas yang kerap di kenal sebagai sekolah Unggulan di Kabupaten Barru yaitu SMA NEGERI 2 BARRU.
Karton favorite yang ia sangat sukai yaitu karton Doraemon. Anak yang gemar karton Doraemon ini berhasil melangkahkan kakinya ketingkat provinsi dengan prestasinya. Tidak semua anak seusia ia mampu melangkahkan kakinya untuk berprestasi ke tingkat provinsi.
Pengalamn hidupnya semasa ia menduduki bangku sekolah dasar, ia bahkan pernah beristirahat di sebuah hotel berkat bakat yang ia lakukan dengan motivasi dirinya yaitu “Menjadi Lebih Baik Dari Orang Lain”. Berkat Motivasi dirinya, ia tampak berani.
Anak yang kerap disapa “Narsih” ini mengidolakan sosok artis korea bernama No Min Woo ini mempunyai Hobby Menggambar. Selain mempunyai Hobby Menggambar, ia juga mempunyai Motto dalam Hidupnya yakni “Belajar Dari Apapun Yang Terjadi”
Anak perempuan yang menyukai minuman pulpy dan makanan mie goreng ini mempuyai cita-cita sebagai Guru Matematika. Ia juga sangat menggemari pelajaran Matematika, jadi wajar ia bercita-cita sebagai Guru Matematika.

Jumat, 28 November 2014

Tugas Bahasa Indonesia "PANTUN BUGIS"

ELONG MALIUNG

Laopki ki pasa engka tau mapanga
Mapanga degage gunana                                                 
Narekko wettu kame’ni mattama
Engkama iruntu pappebalinna

Jokka-jokka lao ri Jakarta
Melli sepeda sibawa lapuang
Akko eloki mattama suruga
Mapato-pato ki massempajang

Indona la Firma asenna Isitti
I Sitti jamanna ma’dangkang
Narekko elo ki mencaji tau sugi
Ma’guru ki madeceng-deceng

Tugas Bahasa Indonesia "PARAFRASE"


Syair Nyanyian Anak

Dengan kalimat bismillah kami memulai,
Alhamdulillah adalah selawatnya nabi.
Dengan takdir dari Allhurobbi,
Sampailah maksud untuk yang dicinta,

Seorang anak cinta yang telah lama,
Sekarang sudah kami terima.
Seorang anak yang diberi nama,
Kami ayunkan bersama-sama.

Emas dan perak yang kami ayunkan
Anak ditaruh dalam ayunan.
Tali ayunan yang kami pegangkan,
Emas dan perak yang kami nyanyikan.

Dipanggil kami oleh orang sekalian,
Oleh ibu dan bapakmu tuan.
Serta diberi minum dan makan,
Menyertakan rasa syukur kepada tuhan,
Yakni syukur kepada Allah ta’ala.

Karena telah mendapat intan gemala,
Memberi sedekah dengan beberapa pula.
Denagn sekadar ada segala,
Dipanggil sekalian kaum kerabat.

Serta sekalian kepada handai sahabat,
Segala jiran kawan yang berdekat.
Semuanya telah datang denagn selamat,
Jauh dan dekat datang dengan sekalian.

Besar dan kecil kaum laki-laki dan perempuan,
Setengahnya datang ada yang berjalan.
Setengahnya berjalan dengan  erpayung awan,
Ingatlah kamu datang untuk bertalu.

Mengunjungi engkau hilir dan hulu,
Mengayun engkau dengan maksud begitu.
Karena niat dari Ibu dan Bapakmu,
Jika panjang sudah jumlah umurmu.

Jasa dari mereka balas olehmu,
Wahai anakku pikirlah olehmu.
Besarlah hati ibu dan bapakmu,
Ibu dan bapakmu mari kau dengarkan.

Anak diayun yang kami nyanyikan,
Bersama-sama mari kita do’akan.
Harap Allah minta perkenankan,
Harap adapun anak masa kecilnya.

Harum-haruman ibu dan bapaknya,
Hinggalah sampai pada masa umurnya.
Tujuh tahun genap sudah bilangannya,
Tujuh tahun hanya sampai kiraan.

Ketika umur anak muda bangsawan,
Inilah saat anak jadi perhiasan.
Kepada ibu dan bapakmu tuan,
Haraplah sehingga sampai umurnya tuan.

Sepuluh tahun sudah cukup bilangan,
Ketika itu sudah menjadi tulan.
Atau terus akan menjadi lawan,
Demikianlah anak kami khabarkan.

Ibu dan bapakmu minta dipikirkan,
Carilah ilmu janganlah merasa segan.
Memeliharakan anak serta dengan pelajaran,
Jika besar menjadi cahayanya mata.

Ajarkan ilmu dengan agama kita,
Jika ilmu itu tidak ada di kita.
Serahkan kepada alim pendeta,
Demikianlah anak supaya bisa berilmu.

Baik dan jahat akan nyata disitu,
Dengan sebab sedemikian itu.
Jadilah baik dengan sebarang laku,
Jikalau tidak maka demikian peri.

Tentulah anak jadi tidak mengerti,
Jadilah anak buta dan tuli.
Menjadi Baik dan jahat sama sekali,
Jika anak tiada diberi pelajaran.

Halal dan haram diserupakan,
Bersifat salah seperti tidak berpengetahuan.
Akhirnya anak akan menjadi lawan,
Jika anak melawan sudahlah pasti.

Ibu dan bapak tidak ada peduli,
Sebab tidak pernah  kita ajari.
Dunia dan akhirat kita nan rugi,
Betapa tidak rugi jika demikian.

Dari kecilnya telah kita peliharakan,
Beberapa belanja harta telah dihabiskan.
Sudahlah besar kelak menjadi lawan,
Di dalam dunia demikianlah peri.

Di akhirat kelak azab diterima lagi,
Pelajaran ada yang tidak peduli.
Anak selalu dibiarkan bersuka hati,
Nyata kerugian pada ibu dan bapak.

Karena tidak pernah mengajarkan anak,
Sebab itu maka janganlah tidak.
Ikhtiarkan dengan sungguh pelajaran anak,
Dengan sebenarnya tentang peljaran itu.

Bolehlah baik tingkah dan laku,
Jadilah anak orang yang nomor satu.
Dunia akhirat boleh saja membantu,
Anak demikian jikalau didapat.

Laksana penyakit yang menjadi obat,
Demikianlah tuan menjadi mula ibarat.
Maklumlah tuan karena makrifat,
Ayuhai ibu ayuhai ayah.

Demikiana nasihat yang kami serentakan,
Harap perkenan janganlah menjadi tidak.
Mudahlah sampai barang yang menjadi kehendak,
Sehingga itu berhati sudah.

Mengayun anak nazam ditambah,
Berharap selamat berhati sudah.
Supaya ibumu janganlah menjadi gundah,
Wahai anakku segeralah engkau tidur.

Lekaslah tumbuh besar supaya masyur,
Jika anakkua tidaklah engkau tidur.
Ibu dan bapakmu menjadi hibur,
Ayuhai anak teringat olehmu.

Harap dibalas semua jasa ibumu,
Seperti pula halnya jasa bapakmu.
Kemudian pula juga handai sahabatmu,
Sehingga itu akan berarti mudah.

Mengayun anak nazam ditambah,
Nazam yang dimulai dengan bismillah.
Disudahi pula dengan akhiran alhamdulillah,
Ya Allah kholikul bakhri.

Beri petunjuk sekalian kepada kami,
Iman dan taat yang jadikan kami,
Maka dunia akhirat minta disegani.